Pergeseran Fungsi dan Peran Ondel-Ondel sebagai Ikon Kebudayaan di Jakarta Tahun 1966–1977
Keywords:
pergeseran fungsi., peran, ondel ondelAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi sosial budaya masyarakat Betawi sebelum tahun 1966, mengkaji kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada masa kepemimpinan Gubernur Ali Sadikin (1966–1977) terhadap kesenian ondel-ondel, serta menjelaskan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pergeseran fungsi dan peran ondel-ondel sebagai ikon kebudayaan Jakarta. Penelitian menggunakan metode sejarah yang meliputi tahap heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan, penelusuran arsip, dokumen resmi, surat kabar, jurnal ilmiah, serta wawancara dengan narasumber yang memahami sejarah dan perkembangan kebudayaan Betawi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum tahun 1966 ondel-ondel merupakan kesenian tradisional masyarakat Betawi yang memiliki fungsi sakral sebagai media penolak bala dan bagian dari sistem kepercayaan masyarakat. Pada masa pemerintahan Ali Sadikin terjadi perubahan kebijakan kebudayaan yang menempatkan ondel-ondel sebagai salah satu simbol identitas budaya Betawi sekaligus ikon Kota Jakarta. Kebijakan pelestarian budaya melalui pembentukan lembaga kebudayaan, penyelenggaraan berbagai kegiatan seni, serta pengembangan ruang-ruang kesenian mendorong transformasi fungsi ondel-ondel dari media ritual menjadi kesenian pertunjukan, sarana promosi budaya, dan identitas daerah. Pergeseran tersebut dipengaruhi oleh modernisasi, urbanisasi, perubahan pola pikir masyarakat, perkembangan pariwisata, serta kebijakan pemerintah dalam membangun identitas budaya Jakarta. Perubahan tersebut memberikan dampak positif berupa meningkatnya pengakuan terhadap ondel-ondel sebagai warisan budaya Betawi, namun di sisi lain menyebabkan berkurangnya makna sakral yang dahulu melekat pada kesenian tersebut secara optimal.
References
Ade Ayu Sukma, D. A. (2025). Dari Simbol Sakral Ke Panggung Jalanan:
Transformasi Ondelondel Sebagai Mata Pencaharian Di Pik Penggilingan Jakarta Timur. 2(1), 306–312.
Almasdi Syahza. (2021). METODOLOGI PENELITIAN Edisi Revisi Tahun 2021.
Amarta, J. P., David, R., Fitrayadi, D. S., Bahrudi, F. A., Education, C., Study, P., Faculty, T.,
Sultan, U., Tirtayasa, A., & City, S. (2024). Conservation Efforts of Betawi Community
Traditions in the Modern Era ( Descriptive Study of the Betawi Cultural Institution in
Daerah Khusus Ibukota Jakarta Region ). 3(1), 88–91.
Anggraeni, D., Nahdlatul, U., Indonesia, U., Hakam, A., Jakarta, U. N., Mardhiah, I., Jakata, U.
N., Lubis, Z., & Jakarta, U. N. (2019). Membangun Peradaban Bangsa Melalui Religiusitas Berbasis Budaya Lokal (Analisis Tradisi Palang Pintu Pada Budaya Betawi). 15(1), 95–116.
Anisa, Ilham, J., & Purnama, T. (2010). PERUBAHAN POLA PERMUKIMAN MASYARAKAT
BETAWI DI CONDET. VI(1), 65–72.
Dewanti, A. R., Novianti, E., Utami, U., Pi, R., Ca, S., Balang, G., & Kunci, K. (2025). Transformasi
bentuk Ikon Betawi Ondel-ondel dan Gigi Balang dengan Teknik Aplikasi Quilt. 9(2), 179–188.
Durkheim, É. (1966). The Division of Labor in Society. Free Press.
https://books.google.co.id/books?id=VeD8zQEACAAJ
Dwithama, K., Sutrisno, T. T., Arsitektur, P. S., Teknologi, I., & Utomo, B. (2005). Kajian sejarah
perkembangan kota jakarta.
Entas, D., Dwiyana Rasuma Putri, N. M., Suheryadi, H., & Aliff, M. (2022). Degradasi Budaya
Betawi pada Atraksi Ondel-Ondel Jalanan. Tourism Scientific Journal, 7(2), 242–251. https://doi.org/10.32659/tsj.v7i2.183
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Firman Baihaki, Yusuf Budi Prasetya Sentosa, Ahmad Bakhtiar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










