Konstruksi Citra Urban “Jaksel” di Media Sosial dan Realitas Sosial Geografis di Jakarta Selatan
Keywords:
media sosial, jaksel, geografi sosial, hiperrealitas, spasial perkotaanAbstract
Abstrak
Perkembangan media sosial memengaruhi cara masyarakat memahami ruang urban dan membentuk identitas sosial. Fenomena “Jaksel” menjadi bentuk representasi ruang urban simbolik yang berkembang melintasi batas administratif wilayah. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses konstruksi citra “Jaksel” di media sosial dan mengonfrontasikannya dengan realitas sosial-geografis aktual di Jakarta Selatan. Menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan Geografi Sosial Digital, data dikumpulkan melalui netnografi pada platform TikTok dan X, serta analisis dokumen data spasial-administratif BPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial membentuk komodifikasi ruang dan hiperrealitas lewat seleksi visual kawasan elite (SCBD, Senopati, Kemang) , sementara wilayah sub-urban (Jagakarsa, Ciganjur) mengalami eksklusi digital. Penggunaan bahasa campuran (code-switching) berfungsi sebagai penanda batas sosial (social boundary) kelas menengah urban. Penelitian ini menyimpulkan adanya diskoneksi spasial yang lebar antara perceived space di dunia digital dan lived space di dunia nyata.
Kata Kunci: Media Sosial, Jaksel, Geografi Sosial, Hiperrealitas, Spasial Perkotaan
References
Andary, R. W., & Khairullah, K. (2023). Media sosial dan eksistensi remaja. Sentri: Jurnal Riset Ilmiah, 2(3), 843–850.
Aprilia, D., Dewi, M. A., & Widodo, T. W. (2020). Tingkat kecanduan media sosial pada remaja. JNC, 3(1), 41–53.
Briandana, R., Irwansyah, I., & Anggreni, A. (2021). Exploring self-identity: An analysis of audience reception of vlogs. Jurnal ASPIKOM, 6(2), 303–314.
Damayanti, A. R., Anjarsari, L., & Anjani, N. (2022). Pengaruh penggunaan media sosial TikTok terhadap gaya hidup berpakaian remaja. Jurnal Ilmu Komunikasi dan Media Sosial (JKOMDIS), 2(2).
Dwijayanti, R. I., Sudarmika, D., & Aini, N. (2025). South Jakarta youth’s urban lifestyle as a form of self-existence on TikTok. Akrab Juara: Jurnal Ilmu-ilmu Sosial, 10(4).
Faizal, A. A., Naim, M., & Fauzi, A. (2022). Fenomena Instagram sebagai sarana eksistensi pada kelompok remaja. Buana Komunikasi: Jurnal Penelitian dan Studi Ilmu Komunikasi, 3(2).
Fauzan, M., & Rahmawati, L. (2025). Citayam Fashion Week sebagai kontestasi ruang publik urban. Jurnal Sosiologi Kontemporer, 9(2), 77–95.
Hidayat, A., & Lestari, F. (2021). Digital gentrification: Media sosial dan transformasi ruang kota. Jurnal Sosiologi Reflektif, 15(2), 211–230.
Kusuma, D. R., & Hartati, S. (2017). Code-switching sebagai simbol status sosial di ruang digital. Jurnal Linguistik Indonesia, 35(2), 99–115.
Prasetyo, H., & Anggraini, T. (2016). Representasi ruang urban dalam media digital. Jurnal Kajian Budaya, 10(3), 201–218.
Putri, M. A., & Santoso, B. (2018). Konsumsi budaya digital dan identitas kelas menengah urban. Jurnal Ilmu Sosial dan Politik, 22(3), 145–160.
Ramadhan, I., & Nugroho, T. (2024). TikTok dan konstruksi citra kota: Studi kasus Jakarta Selatan. Jurnal Media dan Komunikasi, 5(1), 33–49.
Sari, N. P., & Pratama, R. (2019). Representasi gaya hidup urban di Instagram: Studi kasus anak muda Jakarta. Jurnal Komunikasi Indonesia, 8(1), 55–70.
Saring, S., & Widiyarto, S. (2023). Problematika manajemen kurikulum merdeka pada siswa taman kanak-kanak. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(6), 7925-7932.
Wijaya, A., & Dewi, R. (2026). Hyperreality and urban identity in Indonesian social media. Asian Journal of Media Studies, 14(1), 21–40.
Yuliana, Y., & Suryani, S. (2020). Urban thirdspace: Media sosial sebagai ruang representasi baru. Jurnal Geografi Sosial, 12(2), 87–102.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 M Desi Ariani, Arief M. Rachman, Dede Rustandi, Idola

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










