Meninjau Ulang Slogan "Adab Dulu Baru Ilmu" Dengan Analisis Linguistik, Hermeneutika, Semiotika, dan Filsafat Pendidikan
Keywords:
adab, ilmu, fawqa, linguistikAbstract
Abstrak
Slogan "Adab Dulu Baru Ilmu" telah menjadi salah satu narasi yang berkembang luas dalam praktik pendidikan di Indonesia. Meskipun memiliki fungsi pedagogis yang kuat dalam menanamkan nilai-nilai moral, slogan tersebut umumnya diterima sebagai kebenaran yang bersifat final tanpa melalui kajian terhadap struktur makna yang melandasinya. Artikel ini bertujuan meninjau ulang slogan tersebut melalui analisis linguistik dengan pendekatan filologis, hermeneutika, semiotika, dan sintesis filsafat pendidikan. Penelitian ini merupakan artikel konseptual yang disusun melalui studi kepustakaan dengan menggunakan sumber primer berupa Al-Qur'an, Maqāyīs al-Lughah karya Ibn Fāris, Lisān al-'Arab karya Ibn Manẓūr, dan Mufradāt fī Gharīb al-Qur'ān karya al-Rāghib al-Iṣfahānī, serta didukung oleh berbagai literatur yang relevan. Analisis dilakukan secara bertahap, dimulai dengan penelusuran makna leksikal kata فوق (fawqa), dilanjutkan dengan pembacaan hermeneutis terhadap proses terbentuknya slogan dalam tradisi pendidikan Indonesia, analisis semiotika terhadap slogan sebagai sistem tanda, kemudian disintesiskan dalam perspektif filsafat pendidikan dengan menjadikan Al-Qur'an sebagai landasan epistemologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara filologis istilah fawqa membangun hubungan posisi, kedudukan, atau fungsi, bukan hubungan kronologis. Analisis hermeneutika memperlihatkan bahwa slogan "Adab Dulu Baru Ilmu" merupakan hasil konstruksi makna yang berkembang dalam tradisi pendidikan Indonesia, sedangkan analisis semiotika menunjukkan bahwa slogan tersebut telah berfungsi sebagai tanda budaya yang membentuk cara masyarakat memahami hubungan antara ilmu dan adab. Berdasarkan sintesis filosofis, penelitian ini berargumen bahwa hubungan ilmu dan adab lebih tepat dipahami sebagai hubungan yang bersifat fungsional dan saling melengkapi daripada hubungan yang bersifat hierarkis ataupun kronologis. Dengan demikian, ungkapan الأدب فوق العلم tidak semestinya dimaknai sebagai penegasan bahwa adab harus didahulukan atas ilmu, melainkan sebagai penjelasan mengenai fungsi adab dalam mengarahkan penggunaan ilmu. Artikel ini menawarkan pemaknaan meyeluruh dan mendalam terhadap slogan "Adab Dulu Baru Ilmu" serta memperkaya diskursus filsafat pendidikan mengenai hubungan antara ilmu dan adab melalui pendekatan linguistik dan filosofis yang terpadu.
Kata Kunci: adab; ilmu; fawqa; Linguistik
References
Al-Ghazālī, A. Ḥ. M. (n.d.). Iḥyā' 'ulūm al-dīn. Dār al-Ma'rifah.
Al-Bukhārī, M. I. (2002). Ṣaḥīḥ al-Bukhārī (M. D. al-Bughā, Ed.). Dār Ibn Kathīr.
Al-Rāghib al-Iṣfahānī, A. Q. (1992). Al-Mufradāt fī gharīb al-Qur'ān (Ṣ. A. Dāwūdī, Ed.). Dār al-Qalam.
Andriyanti, E. (2021). Social meanings in school linguistic landscape: A geosemiotic approach. KEMANUSIAAN The Asian Journal of Humanities, 28(2), 105–134. https://doi.org/10.21315/kajh2021.28.2.5
Babel, A. M. (2025). A Semiotic Approach to Social Meaning in Language. Journal of Sociolinguistics. https://doi.org/10.1111/josl.12689
Efendi, E., Siregar, I. M., & Harahap, R. R. (2024). Semiotika tanda dan makna. Dawatuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting, 4(1), 154–163. https://doi.org/10.47467/dawatuna.v4i1.3329
Faridah, F., & Nurhayati, S. (2025). Education as Hermeneutic Study: Uncovering Meaning in The Digital Era. Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran. https://doi.org/10.51574/jrip.v5i1.2603
In'ami, M., Bambang, & Wekke, I. S. (2025). Contextualising adab in Islamic education from the perspective of Al-Attas. Journal of Al-Tamaddun, 20(1), 145–158. https://doi.org/10.22452/JAT.vol20no1.11
Ibn Fāris, A. A. (1979). Maqāyīs al-lughah (A. M. Hārūn, Ed.). Dār al-Fikr.
Ibn Manẓūr, M. M. (1993). Lisān al-'Arab. Dār Ṣādir.
Putra, P., Mawazi, M., & Hifza, H. (2023). Analysis of Adab Education According to Syed Muhammad Naquib Al-Attas. International Research-Based Education Journal. https://doi.org/10.17977/um043v5i1p140-148
Yunita, I., Saidah, A., & Fahmi, M. (2025). The Imperative of Integrating Knowledge and Adab in Reconstructing Islamic Education in the Digital Era: A Study of Al-Attas’s Thought. J-PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam. https://doi.org/10.18860/jpai.v11i2.32660
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Dwi Santoso, Esti Wahyuni

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










