Edukasi Literasi Pasang Surut dan Kecerahan Perairan Laut Berbasis Partisipatif bagi Generasi Muda Pesisir Pantai Nambo
Keywords:
edukasi, pasang surut, Kecerahan perairan laut, partisipasi masyarakatAbstract
ABSTRAK
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman generasi muda pesisir Pantai Nambo, Kota Kendari, mengenai fenomena pasang surut dan kecerahan perairan laut sebagai bagian dari pengetahuan dasar oseanografi pesisir. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pemahaman masyarakat terhadap konsep ilmiah pasang surut dan kecerahan perairan laut, yang selama ini lebih didasarkan pada pengalaman empiris tanpa penjelasan konseptual. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi dengan pendekatan edukatif melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, serta praktik lapangan sederhana. Peserta kegiatan berjumlah 15 orang yang dilibatkan secara aktif dalam proses kegiatan. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang ditandai dengan penurunan kategori rendah dari 40% menjadi 7% dan peningkatan kategori tinggi dari 13% menjadi 60%. Selain itu, peserta memberikan respon positif terhadap kegiatan dilihat dari antusias terutama pada praktik lapangan. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga membentuk keterampilan praktis dan kesadaran peserta terhadap pentingnya dinamika lingkungan laut. Oleh karena itu, kegiatan serupa disarankan untuk dilakukan secara berkelanjutan dengan cakupan yang lebih luas guna mendukung pengelolaan wilayah pesisir yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
Downloads
References
Effendi, H. (2003). Telaah Kualitas Air bagi Pengelolaan Sumber Daya dan Lingkungan Perairan. Yogyakarta: Kanisius.
Harudu, L., Eso, R., Hasanah, N., & Irsan, L. M. (2025). Analisis Perubahan Luas Wilayah Serta Garis Pantai Pulau Munante Akibat Penambangan Pasir. 6(3).
Milne, G. A., Gehrels, W. R., Hughes, C. W., & Tamisiea, M. E. (2009). Identifying the causes of sea-level change. Nature Geoscience, 2(7), 471–478. https://doi.org/10.1038/ngeo544
Nofridiansyah, E., Hartoko, A., Muskananfola, M. R., & Helmi, M. (2026). Spatial–Seasonal Mapping Of Estuarine Bed Sediment Texture Under A Natural Mouth-Closure Regime: Evidence From The Kungkai Baru Estuary, Western Indonesia. 10(1).
Olson, J. (n.d.). Defining “Fishing Communities”: Vulnerability and the Magnuson-Stevens Fishery Conservation and Management Act.
Stewart, R. H. (2008). Introduction to Physical Oceanography. Texas A&M University.
Triatmodjo, B. (2012). Teknik Pantai. Yogyakarta: Beta Offset.
Woodworth, P. L., Melet, A., Marcos, M., Ray, R. D., Wöppelmann, G., Sasaki, Y. N., Cirano, M., Hibbert, A., Huthnance, J. M., Monserrat, S., & Merrifield, M. A. (2019). Forcing Factors Affecting Sea Level Changes at the Coast. Surveys in Geophysics, 40(6), 1351–1397. https://doi.org/10.1007/s10712-019-09531-1
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nur Hasanah, Laode Muhamad Irsan, Rahmawati Nurkarima, Amniar Ati, Andi Sulia Sudirman

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










