Dinamika Adaptasi Lingkungan 3t dan Implikasinya Terhadap Profesionalisme Guru Garis Depan

Authors

  • Andri Purnama Jaelani Universitas Indraprasta Pgri Jakarta
  • Agustino Tri Riyadi Universitas Indraprasta Pgri Jakarta
  • Amanah Universitas Indraprasta Pgri Jakarta
  • Eka Novianti Universitas Indraprasta Pgri Jakarta
  • Imam Ariwibowo Universitas Indraprasta Pgri Jakarta
  • Risfiyatul Khasanah Universitas Indraprasta Pgri Jakarta

Keywords:

profesionalisme guru, pemerataan pendidikan, wilayah 3T, kebijakan pendidikan, digitalisasi pendidikan

Abstract

Pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, terutama pada wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Ketimpangan distribusi tenaga pendidik, rendahnya akses terhadap pengembangan profesional, keterbatasan kesejahteraan guru, serta kondisi geografis yang sulit dijangkau menjadi faktor yang memengaruhi kualitas layanan pendidikan di daerah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai tantangan profesionalisme dan pemerataan guru di wilayah 3T melalui pendekatan narrative literature review dengan mengkaji berbagai hasil penelitian terdahulu dan dokumen kebijakan pendidikan periode 2015–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa permasalahan utama pemerataan guru di wilayah 3T meliputi empat aspek penting, yaitu: (1) distribusi dan kualitas guru yang belum seimbang antara wilayah perkotaan dan terpencil, (2) hambatan struktural dan geografis yang memengaruhi keberlanjutan penugasan guru, (3) aspek kesejahteraan dan motivasi yang berpengaruh terhadap retensi guru, serta (4) inovasi kebijakan dan pemanfaatan teknologi digital sebagai alternatif solusi pemerataan pendidikan. Berbagai kebijakan afirmatif seperti program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM-3T), Guru Garis Depan (GGD), serta penguatan Sistem Pemerataan Guru Nasional (SPGN) telah dilakukan pemerintah, namun implementasinya masih menghadapi berbagai kendala di lapangan.  Kajian ini menunjukkan bahwa pemerataan guru tidak cukup dilakukan melalui penempatan tenaga pendidik semata, tetapi membutuhkan strategi yang lebih komprehensif melalui perencanaan berbasis data, peningkatan kesejahteraan, penguatan kompetensi profesional, dukungan infrastruktur, serta pemanfaatan teknologi digital. Pendekatan yang adaptif terhadap kebutuhan lokal menjadi kunci dalam menciptakan sistem pendidikan yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan.

References

Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan. (2020). Kebijakan Pemerataan Guru

dan Tenaga Kependidikan. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Transformasi

Pendidikan Indonesia melalui Kebijakan Merdeka Belajar. Jakarta: Kemendikbudristek.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2018). Penguatan

Pendidikan di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Jakarta: Kemendikbud.

Mulyasa, E. (2017). Menjadi Guru Profesional: Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan

Menyenangkan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Musfah, J. (2015). Peningkatan Kompetensi Guru: Melalui Pelatihan dan Sumber Belajar Teori

dan Praktik. Jakarta: Kencana.

Downloads

Published

2026-03-28

How to Cite

Andri Purnama Jaelani, Agustino Tri Riyadi, Amanah, Eka Novianti, Imam Ariwibowo, & Risfiyatul Khasanah. (2026). Dinamika Adaptasi Lingkungan 3t dan Implikasinya Terhadap Profesionalisme Guru Garis Depan. JUPENSAL : Jurnal Pendidikan Universal, 3(1), 185–191. Retrieved from https://journalwbl.com/index.php/jupensal/article/view/628